Pariwisata Indonesia VS Malaysia dan Negara Asean Lain

August 31, 2014 in jalan jalan dan makan angin, Negaraku, triktips

Tahukah anda bahwa tahun 2013 lalu Malaysia dikunjungi 25 juta wisatawan asing?  Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia hanya dikunjungi 8,8 juta wisatawan asing.  Sebagai perbandingan Thailand dikunjungi 27 juta wisatawan asing dan negara seluas kecamatan yaitu Singapura dikunjungi 13 juta wisatawan asing.  ehm….

Lalu kenapa Industri Pariwisata di Indonesia terkesan kurang diminati padahal budaya Indonesia begitu kaya (jauh lebih kaya dibanding Malaysia, Singapore ataupun Thailand) begitu juga objek wisata alam dan luas wilayah yang tidak tertandingi, namun Industri wisata kita tetap terpuruk.  Padahal industri wisata dapat membuka lowongan pekerjaan, menambah devisa negara, menjaga budaya dan masih banyak lagi manfaatnya seperti ekonomi thailand yang 30persen pendapatan negaranya di dapat dari sektor pariwisata tak hanya itu pendapatan penduduk lokal pun disokong dari pariwisata.

Muhammad Chidfirul Aziz di Batu Caves Malaysia

Muhammad Chidfirul Aziz di Batu Caves Malaysia

Dari pendapat saya setelah saya mengunjungi negara negara lain dan pendapat para turis asing, akhirnya saya temukan kesimpulannya:

  • Buruknya Akses transportasi di Indonesia yaitu :
  1. Kondisi jalanan di Indonesia yang buruk.  Bagi orang yang tidak pernah keluar negeri, jalanan di Indonesia terasa baik baik saja tapi sebenarnya secara rata rata jalanan di negara kita ini jauh dari standar.  Seharusnya di seluruh wilayah Indonesia dibangun jalan tol yang menghubungkan semua kota sehingga ketika turis ingin datang ke kota lain bisa lancar dan aman, maklum para turis datang dari negara maju jadi mereka mengharapkan kenyamanan seperti di negara asal mereka.  Bayangkan saja di Malaysia, jalanan secara rata rata bisa dilalui 4 bus secara bersamaan, bahkan jalan tollnya bisa dilalui 8 bus secara bersamaan sehingga kendaraan sangat lancar bisa jalan di kecepatan 100/km.  Kondisi jalan kita yang hanya bisa dilalui 2 bus, hanya bisa jalan di kecepatan 40km per jam, belum lagi jalan berlubang, kemacetan di jam sibuk.
  2. Bandara yang kurang standar.  Hanya di Indonesia orang yang akan naik pesawat diminta membayar Rp40.000 untuk penerbangan domestik dan Rp 100.000 hingga 150.000 untuk penerbangan internasional, tapi faktanya lihat kondisi bandara kita bila dibandingkan dengan negara Malaysia yang tidak ada pungutan, yaitu airport KLIA dan KLIA2 dapat menampung 115 juta penumpang per tahun, sementara soekarno hatta hanya 40 juta penumpang per tahun
  3. Belum tersedianya akses kendaraan umum yang memadahi sehingga ongkos transport menjadi mahal dan tidak efisien waktu, contohnya beberapa minggu lalu saya berwisata ke Bandung, tujuan saya saya ingin melihat kawah tangkuban perahu.  yang jadi masalah ternyata untuk menuju tangkuban perahu hanya bisa naik angkot dan harus ganti2 angkot itupun tidak sampai puncak lalu naik suttle bus Rp 75rb dan kedua harus naik taksi atau rental.   nah dari pengalaman saya itu berarti bahwa wisata ke tangkuban perahu jadi tidak terorganisir mengingat tidak adanya angkutan umum seperti bus yang langsung mengantar para turis dari pusat kota menuju objek wisata atau setidaknya pemerintah menyediakan group tour sehingga harga menjadi murah  mengingat turis tidak mungkin naik angkot yang kecil dan sering ngetem karena pengab dan menghabiskan waktu percuma) jangan dikira walaupun para turis datang dari negara kaya dan maju lalu mereka mau selalu keluar uang gila gilaan seperti kesana kesini selalu sewa taksi atau rental mobil, beberapa turis ingin yang hemat dan efisien.   Kalau anda ingin keliling kota Kuala Lumpur anda hanya perlu bayar kereta MRT hanya dengan USD 10, tapi kalau anda di jakarta, berapa yang anda akan habiskan kalau anda naik taksi dan sering macet di jalan? lalu kalau anda naik bus, memang murah tapi berapa lama waktu yang anda akan habiskan di jalan?  berwisata adalah tentang perjalanan yang menyenangkan dan objek wisatanya, kalau perjalananya menyebalkan, objek wisatanya menjadi kurang menarik karena kecapekan di jalan
  4. Pergi ke Kuala Lumpur jauh lebih murah dibanding pergi ke Banjarmasin, kenapa? itulah kenapa banyak turis Indonesia ataupun asing setelah mengunjungi Indonesia mereka malah ingin pergi ke Malaysia.  begitulah Industri penerbangan Indonesia yang masih mahal dan ternyata sering tidak tepat waktu
  • Pengemis dan gelandangan dimana mana ternyata membuat turis menjadi malas datang alasanya berdasarkan temanny ketika melihat pengemis turis merasa kasihan dan tidak nyaman karena berfoya foya sementara orang lain sangat miskin, tak hanya itu gelandangan yang berkeliaran di perkotaan membuat turis merasa keselematan diri mereka terancam
  • Kebersihan, memiliki negara yang luas dan penduduk terbanyak ke 4 di dunia ternyata membuat indonesia terkenal sebagai negara yang jorok karena tempat yang bersih hanya di di pusat kota sementara di pinggiran, rumah kumuh, sungai kotor, sampah di jalan sangat mudah dijumpai
  • Promosi pariwisata yang kurang.  Jika anda melihat tv internasional dan nasional, iklan tentang wisata ke malaysia ditayangkan cukup sering mulai dari stasiun CNN, Starworld, dan bahkan SCTV.  Tak cukup iklan ditv, di koran, di billboard iklan visit Malaysia mudah dijumpai, sementara iklan visit Indonesia masih jarang sekali
  • Bayar sana bayar Sini, tipu sana tipu sini, mungkin itu yang akan disadari oleh turis asing jika datang ke Indonesia, pertama ketika mereka datang (selain turis asean) mereka diminta membayar USD 25 Visa on arival sementara di Malaysia dan Thailand gratis masuk ke selama beberapa hari tertentu, ketika di bandara sopir taksi seenaknya meminta USD 10 hanya untuk perjalanan 5 km menuju hotel, ketika membeli souvenir/makan yang harusnya hanya usd 4, mereka diminta bayar usd 15,  ketika ketempat wisata turis asing diminta bayar USD25 sementara turis lokal hanya Rp 50.000, lalu ketika mereka mau pulang menuju bandara naik taksi bayar USD 10, lalu naik pesawat diminta bayar pajak bandara Rp 150.000 , wah wah gila, di Malaysia dan Thailand saja tidak segila di Indonesia lo

Indonesia memiliki pesona yang jauh lebih menarik dibanding negara ASEAN lain, bahkan jika negara ASEAN digabungkan, Indonesia tetap menang unik, tapi sayang belum terorganisir dengan baik oleh pemerintah dan swasta


Jokowi Jadi Calon Presiden, Dia Tidak Konsisten dengan Janjinya dulu

March 16, 2014 in Uncategorized

Jokowi dikabarkan telah bersedia dicalonkan menjadi presiden 2014-2019, beberapa pihak khususnya rivalnya menyatakan bahwa Pria berumur 52 tahun ini tidak menepati janjinya akan membangun Jakarta selama 5 tahun, benarkah? menurut pendapat saya, saya mendukung Jokowi sebagai calon presiden dengan alasan:

  1. Jokowi sudah tua, bayangkan kalau jokowi harus menunggu mencalonkan diri lima tahun lagi, berarti umur beliau sekarang 52 tahun ditambah 5 tahun maka ketika pemilu 2019, beliau akan berusia 57 tahun, seorang presiden yang ideal di mata orang Indonesia adalah berusia 45 tahun hingga 60 tahun, jika Jokowi mencalonkan diri pada tahun 2019 pasti rivalnya akan mengatakan umur Jokowi sudah tidak layak mencalonkan diri sebagai presiden seperti yang terjadi pada Gusdur
  2. Tugas dari partai, tentu ini hampir tidak mungkin Jokowi menolak ketika ini adalah keinginan ketua umum dan anggota partainya.  Mengingat saat ini, hanyalah Jokowi yang menjadi kartu Joker dari partainya.
  3. Orang besar menangani hal besar!  ok Jakarta sekarang belum menjadi luar biasa, tapi setidaknya kita sudah melihat perubahan yang signifikan di ibukota kita, nah bayangkan jika  beliau mengurusi masalah Indonesia? Saya rasa he is the right person in the right place
  4. Jokowi merupakan tokoh internasional yang disegani.  Mantan walikota Solo ini tak hanya terkenal di tanahair, namun juga pernah mendapat penghargaan sebagai walikota terbaik ketiga di dunia!  ini dibuktikan dengan ketika jokowi mengatakan beliau bersedia dicalonkan sebagai presiden, nilai IHSG naik tajam dengan nilai transaksi senilai 15 trilliun dan rupiah menguat dari sebelumnya di posisi Rp.11 500 menguat ke level Rp 11.305, hal ini disebabkan para investor asing merespon positif dan memborong saham Indonesia
  5. Apakah anda puas dengan hasil pemerintahan selama ini?  Kalau anda pernah tinggal/mengunjungi negara maju, anda pasti miris bahwa jalan dan sarana umum kita selalu rusak bahkan kita belum memiliki jalan tol yang menghubungkan setiap kota, perubahan kebijakan yang tetap tidak jelas, jika kita begini terus kita mungkin stagnan atau ketinggalan
  6. Jokowi mau membangun Jakarta tapi sering dijegal oleh DPR atau lawan politik.  Tentu sering anda dengar kabar tentang rencana jokowi melakukan a, b, tapi ditolak oleh DPR dan rival karena sebagai gubernur Jakarta masih memiliki batas, tapi ketika beliau menjadi presiden memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk membuat Jakarta yang kemudian dipimpin Ahok berjalan selaras dengan pembangunan Indonesia

 

jika anda setuju dengan saya, VOTE FOR JOKOWI!


warga Hongkong Lebih Memilih Diam daripada Casciscus

March 16, 2014 in Negaraku, Uncategorized

muhammad chidfirul aziz

muhammad chidfirul aziz di victoria harbour hongkong

Tahukah anda bahwa bahasa Inggris sebenarnya adalah bahasa resmi di Hongkong namun tidak digunakan? maksudnya? ini adalah hal yang unik tentang warga Hongkong.  Boleh dibilang mayoritas warga special administratif Hongkong mampu berbahasa Inggris dengan sangat baik secara lisan maupun tulisan, namun anehnya tidak ada orang Hongkong yang berbicara dalam bahasa Inggris kepada sesama warga Hongkong, jadi warga Hongkong akan berbicara bahasa Inggris hanya kepada orang asing.  Keahlian orang Hongkong dalam bahasa Inggris yang baik bukan berarti membuat warga Hongkong menjadi lupa budayanya atau kehilangan jati diri tapi warga negara bagian dari China ini sangat bangga dengan bahasa kanton dan budaya china nya, dari sini saya jadi merasa pemerintah Indonesia telah melakukan suatu langkah yang salah contohnya:

Pemerintah Indonesia menghapus pelajaran Bahasa Inggris dalam kurikulum 2014 dengan alasan:

  • Penggunaan bahasa Inggris dapat mengancam penggunaan bahasa Indonesia, dimana bahasa Indonesia malah akan dipinggirkan. sayangnya hal ini tidak terbukti toh dengan Indonesia sudah menerapkan kurikulum bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib selama betahun, kemampuan bahasa Inggris orang Indonesia secara rata rata masih jelek bila dibandingkan dengan Philipina atau Malaysia. sebenarnya  yang paling mengancam bahasa Indonesia adalah bahasa gaul, kita lihat orang hongkong yang bangga pada bahasanya namun hanya menggunakan bahasa Inggris ketika berkomunikasi dengan orang asing, bahkan bahasa Inggris adalah mata pelajaran wajib di sekolah dan bahasa resmi.  Saya disini bukan mau sombong, tapi saya mampu berbahasa Inggris dan score toefl saya mencapai 530, tapi saya tidak pernah berbicara bahasa Inggris dalam keseharian bahkan menguasai bahasa Inggris membuat saya menyadari posisi saya, budaya saya, negara saya dari sudut pandang penutur bahasa Inggris