Harga Kartu Perdana / Simcard Diluar Negeri Dan Cara Isi Pulsa Internet

November 6, 2014 in jalan jalan dan makan angin

Mau liburan ke luar negeri trus bingung gimana cara terus berhubungan dengan orang rumah dan sekaligus bagaimana tersambung internet dan bisa update (alias pamer) status lagi diluar negeri? juga maunya yang murah atau malah gratis?  tenang, slow bro n sis, baca petunjuk dan petuah di bawah ini

muhammad chidfirul aziz di depan menara Eifel shi jie de chuang shenzhen China

muhammad chidfirul aziz di depan menara Eifel shi jie de chuang shenzhen China

Langkah langkah agar tetap bisa berkomunikasi dengan HP ketika diluar negeri :

  •  Pakai HP anda seperti biasa karena hp anda masih tetap dapat menerima telpon dan sms ketika berada di negara lain.  ini disebut dengan fasilitas roaming, dengan syarat setiap menerima telpon anda akan dipotong  Rp. 13rb per menit, sementara menerima sms gratis,  lalu untuk membuat panggilan anda harus membayar dengan biaya yang sangat mahal, sms roaming misal dari nomor indosat di Malaysia ke Indonesia dikenakan kalau tidak salah Rp 7000 per SMS
  • Beli simcard dari negara dimana anda sedang kunjungi, contoh:
  1. Malaysia, harga simcard tunetalk dari Airasia hanya Rp 40rb dengan pulsa sedikit skali, jadi mungkin hanya dapat sms ke luar negeri hanya 10 kali dan untuk internet harus tambah Rp 90rb lagi untuk beli kuota internet, simcard lain di malaysia yang cukup terkenal ada maxis/u mobile dengan harga kurang lebih 8 ringit / 30rb juga, jika ingin diaktifkan paket internet tambah Rp 90,000 ribu dan anda akan mendapat gratis 1gb data, memang di Malaysia internet agak mahal tapi lebih cepat
  2. Singapoare, di singapore harga simcard Rp 100rbuan dengan pulsa sedikit sekali, saya tidak beli karena saya tiap ke singapore cuma datang sehari dua hari langsung balik Johor bahru
  3. Thailand, harga simcard di thailand juga mahal, malah di thailand ada operator khusus yang sudah membuat kartu perdana khusus untuk turis dengan harga hampir Rp 100.000 yang aktif dalam waktu 7 hari dengan free akses internet yang cukup dan sms yang cukup untuk ke luar negeri.
  4. Hongkong, saya belum pernah beli simcard di Hongkong, tapi harganya katanya 150rb soalnya saya di hongkong cuma 3 hari lalu mubazir kalau beli kartu, di hotel ada wifi gratis, ngapain juga beli kartu
  5. China, saya di china cuma 2 hari jadi tidak beli kartu simcard, harga kartu simcard juga kira kira 90rb an, waktu itu mau beli percuma, di hotel ada wifi gratis
  • Cari Wifi Gratis, kayaknya kalau nyari gratisan tu memang suatu kewajiban jika kita masih WNI hahahaha, ya dimana kita bisa dapat wifi gratis dan segara pamer status , wifi boleh dibilang dimana mana, tapi wifi yang benar benar gratis adalah ketika di Bandara yaitu setiap bandara ada free wifi mulai dari KLIA2, KLIA, Changi, Bandara Hongkong, yang dapat digunakan selama 2 jam atau batas waktu tertentu.  di bus juga ada kalau di Makau dan Hongkong, juga di hotel biasanya wifi sudah included, jadi cek apakah di hotel tempat kita tinggal wifi itu sdh included.  Kalau sudah ada sinyal wifi lebih baik menghubungi keluarga via internet seperti BBM, Wechat, Line, Whatsap, Facebook, karena tentunya jauh lebih murah kan, sekalian foto foto untuk pamer diupload biar yang di Indonesia pada iri hahahaha
muhammad chidirul aziz di macau 1

muhammad chidirul aziz di macau, venetian casino

Ok Semoga berguna ya,


Pariwisata Indonesia VS Malaysia dan Negara Asean Lain

August 31, 2014 in jalan jalan dan makan angin, Negaraku, triktips

Tahukah anda bahwa tahun 2013 lalu Malaysia dikunjungi 25 juta wisatawan asing, Thailand dikunjungi 27 juta wisatawan asing dan negara seluas kecamatan yaitu Singapura dikunjungi 13 juta wisatawan asing.  Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia hanya dikunjungi 8,8 juta wisatawan asing.   ehm….

Lalu kenapa Industri Pariwisata di Indonesia terkesan kurang diminati padahal budaya Indonesia begitu kaya (jauh lebih kaya dibanding Malaysia, Singapore ataupun Thailand dijadikan satu) begitu juga objek wisata alam dan luas wilayah yang tidak tertandingi, namun Industri wisata kita tetap terpuruk.  Padahal industri wisata dapat membuka lowongan pekerjaan, menambah devisa negara, menjaga budaya dan masih banyak lagi manfaatnya

Muhammad Chidfirul Aziz di Batu Caves Malaysia

Muhammad Chidfirul Aziz di Batu Caves Malaysia

Dari pendapat saya setelah saya mengunjungi negara negara lain dan pendapat para turis asing, akhirnya saya temukan kesimpulannya:

  • Buruknya Akses transportasi di Indonesia yaitu :
  1. Kondisi jalanan di Indonesia yang buruk.  Bagi orang yang tidak pernah keluar negeri, jalanan di Indonesia terasa baik baik saja tapi sebenarnya secara rata rata jalanan di negara kita ini jauh dari standar.  Seharusnya di seluruh wilayah Indonesia dibangun jalan tol yang menghubungkan semua kota sehingga ketika turis ingin datang ke kota lain bisa lancar dan aman, maklum para turis datang dari negara maju jadi mereka mengharapkan kenyamanan seperti di negara asal mereka.  Bayangkan saja di Malaysia, jalanan secara rata rata bisa dilalui 4 bus secara bersamaan, bahkan jalan tollnya bisa dilalui 8 bus secara bersamaan sehingga kendaraan sangat lancar bisa jalan di kecepatan 100/km.  Kondisi jalan kita yang hanya bisa dilalui 2 bus, hanya bisa jalan di kecepatan 40km per jam, belum lagi jalan berlubang, kemacetan di jam sibuk.
  2. Bandara yang kurang standar.  Hanya di Indonesia orang yang akan naik pesawat diminta membayar Rp30.000 untuk penerbangan domestik dan Rp 100.000 hingga 150.000 untuk penerbangan internasional, tapi faktanya lihat kondisi bandara kita bila dibandingkan dengan negara Malaysia yang tidak ada pungutan, yaitu airport KLIA dan KLIA2 dapat menampung 115 juta penumpang per tahun, sementara soekarno hatta hanya 40 juta penumpang per tahun, belum lagi bandara soekarno kalah telak bila dibandingkan KLIA, tiap hari orang dirampok setiap mau terbang, tapi bandara masih kalah dengan malaysia, uang hasil ngrampok penumpang itu terus buat apa?
  3. Belum tersedianya akses kendaraan umum yang memadahi sehingga ongkos transport menjadi mahal dan tidak efisien waktu, contohnya beberapa minggu lalu saya berwisata ke Bandung, tujuan saya saya ingin melihat kawah tangkuban perahu.  yang jadi masalah ternyata untuk menuju tangkuban perahu hanya bisa naik angkot dan harus ganti2 angkot itupun tidak sampai puncak lalu naik suttle bus Rp 75rb dan kedua harus naik taksi atau rental.   nah dari pengalaman saya itu berarti bahwa wisata ke tangkuban perahu jadi tidak terorganisir mengingat tidak adanya angkutan umum seperti bus yang langsung mengantar para turis dari pusat kota menuju objek wisata atau setidaknya pemerintah menyediakan group tour sehingga harga menjadi murah  mengingat turis tidak mungkin naik angkot yang kecil dan ketidakanyamanan angkot, jangan dikira walaupun para turis datang dari negara kaya dan maju lalu mereka mau selalu keluar uang gila gilaan seperti kesana kesini selalu sewa taksi atau rental mobil, beberapa turis ingin yang hemat dan efisien.   Kalau anda ingin keliling kota Kuala Lumpur anda hanya perlu bayar kereta MRT hanya dengan USD 10, tapi kalau anda di jakarta, berapa yang anda akan habiskan kalau anda naik taksi dan sering macet di jalan? lalu kalau anda naik bus, memang murah tapi berapa lama waktu yang anda akan habiskan di jalan?  berwisata adalah tentang perjalanan yang menyenangkan dan objek wisatanya, kalau perjalananya menyebalkan, objek wisatanya menjadi kurang menarik karena kecapekan di jalan
  4. Pergi ke Kuala Lumpur jauh lebih murah dibanding pergi ke Banjarmasin, kenapa? itulah kenapa banyak turis Indonesia ataupun asing setelah mengunjungi Indonesia mereka malah ingin pergi ke Malaysia.  begitulah Industri penerbangan Indonesia yang masih mahal dan ternyata sering tidak tepat waktu
  • Pengemis dan gelandangan dimana mana ternyata membuat turis menjadi malas datang alasanya berdasarkan teman saya dari malaysia ketika melihat pengemis turis merasa kasihan dan tidak nyaman karena berfoya foya sementara orang lain sangat miskin, tak hanya itu gelandangan yang berkeliaran di perkotaan membuat turis merasa keselematan diri mereka terancam
  • Kebersihan, memiliki negara yang luas dan penduduk terbanyak ke 4 di dunia ternyata membuat indonesia terkenal sebagai negara yang jorok karena tempat yang bersih hanya di di pusat kota sementara di pinggiran, fasiltitas jalan rusak, fasilitas trotar berantakan, rumah kumuh, sungai kotor, sampah di jalan sangat mudah dijumpai
  • Promosi pariwisata yang kurang.  Jika anda melihat tv internasional dan nasional, iklan tentang wisata ke malaysia ditayangkan cukup sering mulai dari stasiun CNN, Starworld, dan bahkan SCTV.  Tak cukup iklan ditv, di koran, di billboard iklan visit Malaysia mudah dijumpai di berbagai negara, sementara iklan visit Indonesia masih jarang sekali
  • Bayar sana bayar Sini, tipu sana tipu sini, mungkin itu yang akan disadari oleh turis asing jika datang ke Indonesia, pertama ketika mereka datang (selain turis asean) mereka diminta membayar USD 25 Visa on arival sementara di Malaysia dan Thailand gratis masuk ke selama beberapa hari tertentu, ketika di bandara sopir taksi seenaknya meminta USD 10 hanya untuk perjalanan 5 km menuju hotel, ketika membeli souvenir/makan yang harusnya hanya usd 4, mereka diminta bayar usd 15,  ketika ketempat wisata turis asing diminta bayar USD25 sementara turis lokal hanya Rp 50.000, lalu ketika mereka mau pulang menuju bandara naik taksi bayar USD 10, lalu naik pesawat diminta bayar pajak bandara Rp 150.000 , wah wah gila, di Malaysia dan Thailand saja tidak segila di Indonesia lo

Indonesia memiliki pesona yang jauh lebih menarik dibanding negara ASEAN lain, bahkan jika negara ASEAN digabungkan, Indonesia tetap menang unik, tapi sayang belum terorganisir dengan baik oleh pemerintah dan swasta


Jokowi Jadi Calon Presiden, Dia Tidak Konsisten dengan Janjinya dulu

March 16, 2014 in Uncategorized

Jokowi dikabarkan telah bersedia dicalonkan menjadi presiden 2014-2019, beberapa pihak khususnya rivalnya menyatakan bahwa Pria berumur 52 tahun ini tidak menepati janjinya akan membangun Jakarta selama 5 tahun, benarkah? menurut pendapat saya, saya mendukung Jokowi sebagai calon presiden dengan alasan:

  1. Jokowi sudah tua, bayangkan kalau jokowi harus menunggu mencalonkan diri lima tahun lagi, berarti umur beliau sekarang 52 tahun ditambah 5 tahun maka ketika pemilu 2019, beliau akan berusia 57 tahun, seorang presiden yang ideal di mata orang Indonesia adalah berusia 45 tahun hingga 60 tahun, jika Jokowi mencalonkan diri pada tahun 2019 pasti rivalnya akan mengatakan umur Jokowi sudah tidak layak mencalonkan diri sebagai presiden seperti yang terjadi pada Gusdur
  2. Tugas dari partai, tentu ini hampir tidak mungkin Jokowi menolak ketika ini adalah keinginan ketua umum dan anggota partainya.  Mengingat saat ini, hanyalah Jokowi yang menjadi kartu Joker dari partainya.
  3. Orang besar menangani hal besar!  ok Jakarta sekarang belum menjadi luar biasa, tapi setidaknya kita sudah melihat perubahan yang signifikan di ibukota kita, nah bayangkan jika  beliau mengurusi masalah Indonesia? Saya rasa he is the right person in the right place
  4. Jokowi merupakan tokoh internasional yang disegani.  Mantan walikota Solo ini tak hanya terkenal di tanahair, namun juga pernah mendapat penghargaan sebagai walikota terbaik ketiga di dunia!  ini dibuktikan dengan ketika jokowi mengatakan beliau bersedia dicalonkan sebagai presiden, nilai IHSG naik tajam dengan nilai transaksi senilai 15 trilliun dan rupiah menguat dari sebelumnya di posisi Rp.11 500 menguat ke level Rp 11.305, hal ini disebabkan para investor asing merespon positif dan memborong saham Indonesia
  5. Apakah anda puas dengan hasil pemerintahan selama ini?  Kalau anda pernah tinggal/mengunjungi negara maju, anda pasti miris bahwa jalan dan sarana umum kita selalu rusak bahkan kita belum memiliki jalan tol yang menghubungkan setiap kota, perubahan kebijakan yang tetap tidak jelas, jika kita begini terus kita mungkin stagnan atau ketinggalan
  6. Jokowi mau membangun Jakarta tapi sering dijegal oleh DPR atau lawan politik.  Tentu sering anda dengar kabar tentang rencana jokowi melakukan a, b, tapi ditolak oleh DPR dan rival karena sebagai gubernur Jakarta masih memiliki batas, tapi ketika beliau menjadi presiden memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk membuat Jakarta yang kemudian dipimpin Ahok berjalan selaras dengan pembangunan Indonesia

 

jika anda setuju dengan saya, VOTE FOR JOKOWI!